AKSI NYATA MODUL 2.2 PENGETAHUAN SOSIAL EMOSIONAL
AKSI
NYATA MODUL 2.2
Tujuan Pembelajaran Sosial dan
Emosional (PSE) Guru Penggerak adalah proses belajar yang
berkaitan dengan pemahaman diri, empati terhadap orang lain, serta kemampuan
berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif.
Tujuan tersebut memiliki empat
aspek yang menyangkut Indikator
Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah:
1.
Meningkatkan Kemampuan Berinteraksi Sosial PSE
2.
Meningkatkan Kemampuan
Empati
3.
Mengurangi Konflik
4.
Mempersiapkan siswa Di dunia nyata
Tujuan Guru Penggerak
1.
Meningkatkan Kemampuan Berinteraksi
Sosial PSE
Meningkatkan Kemampuan Berinteraksi
Sosial PSE membantu siswa mengembangkan kemampuan berinteraksi dan
berkomunikasi dengan baik. Penting dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam
lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Siswa yang memiliki keterampilan sosial
yang baik cenderung lebih sukses dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam
karier dan hubungan pribadi.
2.
Meningkatkan Kemampuan Empati
Untuk meningkatkan Kemampuan Empati untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain adalah komponen penting dari
PSE. Sehingga dapat membentuk serta menciptakan lingkungan yang lebih inklusif
dan mendukung dalam sekolah.
Siswa mampu menanamkan rasa empati agar lebih memungkin untuk menjalin hubungan
yang positif.
3.
Mengurangi Konflik
Mengurangi Konflik dapat dilakukan melalui pembelajaran
regulasi emosi dan pemecahan masalah, PSE membantu siswa mengatasi konflik
dengan cara yang konstruktif. Ini penting dalam mencegah bullying dan tindakan
negatif lainnya yang dapat merusak lingkungan sekolah. PSE juga berperan dalam
meningkatkan kesejahteraan mental siswa.
Dengan pemahaman diri yang baik dan
kemampuan mengelola emosi, siswa akan lebih tahan terhadap stres dan tekanan
mental. Ini juga dapat membantu mencegah masalah kesehatan mental di masa
depan.
4.
Mempersiapkan siswa Di dunia nyata
Mempersiapkan siswa Di dunia nyata,
kemampuan sosial dan emosional adalah aset yang berharga. dalam pekerjaan dan
kehidupan sehari-hari, orang perlu bekerja sama dengan orang lain,
menyelesaikan konflik, dan beradaptasi dengan berbagai situasi.
Pembelajaran PSE membantu siswa
mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan ini. Di sinilah letak urgensi PSE
untuk mendorong tumbuh kembang murid secara holistik.
Terdapat 4
indikator pembelajaran sosial dan emosional yang berkaitan dengan kelas dan
sekolah, yaitu:
1.
Pengajaran eksplisit. Implementasi PSE dengan
pengajaran eksplisit memastikan murid memiliki kesempatan yang konsisten untuk
menumbuhkan, melatih, dan berefleksi tentang kompetensi sosial dan emosional
dengan cara yang sesuai dan terbuka dengan keragaman budaya. Pengajaran
eksplisit KSE dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan kokurikuler dan
ekstrakurikuler. Pendidik dapat menggunakan berbagai proyek, acara atau
kegiatan sekolah yang rutin untuk mengajarkan kompetensi sosial dan emosional
secara eksplisit. \
2. Integrasi dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik. Untuk mengintegrasikan KSE dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik, tujuan Kompetensi Sosial Emosional dapat diintegrasikan ke dalam konten pembelajaran dan strategi pembelajaran pada materi akademik, serta musik, seni, dan pendidikan jasmani.
3. Penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah. Indikator ketiga dalam implementasi pembelajaran sosial dan emosional adalah menciptakan iklim kelas dan budaya sekolah. Salah satu upaya mengubah lingkungan sekolah (iklim kelas dan sekolah), adalah melalui praktik guru dan gaya interaksi mereka dengan murid, atau dengan mengubah peraturan dan harapan sekolah.
4. Penguatan KSE pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di sekolah. Penguatan kompetensi sosial dan emosional pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah menjadi salah satu indikator penting dalam pembelajaran sosial emosional di sekolah. Pendidik dan tenaga kependidikan perlu memiliki kesempatan secara regular untuk mengembangkan kompetensi sosial, emosional dan budaya mereka sendiri, berkolaborasi, membangun hubungan saling percaya dan memelihara komunitas yang erat.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat
pembelajaran sosial emosional pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah:
a). Memodelkan (menjadi teladan):
Mendukung pendidik dan tenaga
kependidikan dalam memodelkan kompetensi dan pola pikir di seluruh komunitas
sekolah dengan murid, keluarga murid, mitra komunitas, dan satu sama lain. Ini
dapat meliputi:
ü
Menerapkan kompetensi sosial emosional dalam
peran dan tugas
ü
Menciptakan budaya mengapresiasi
ü
Menunjukkan kepedulian
b). Belajar:
Pendidik dan tenaga kependidikan merefleksikan kompetensi sosial dan emosional pribadi dan mengembangkan kapasitas untuk mengimplementasikan kompetensi sosial dan emosional. Kegiatan ini dapat meliputi:
·
Membiasakan merefleksikan kompetensi sosial dan
emosional pribadi
·
Berkolaborasi di tempat kerja
·
Mempelajari kemungkinan adanya bias terkait
dengan literasi budaya
·
Mengembangkan pola pikir bertumbuh
·
Memahami tahapan perkembangan murid
·
Meluangkan waktu untuk melakukan self-care
(perawatan diri)
·
Mengagendakan sesi berbagi praktik baik.
c). Berkolaborasi:
Menciptakan struktur berbentuk
komunitas pembelajaran profesional atau pendampingan sejawat bagi pendidik dan
tenaga kependidikan untuk berkolaborasi tentang cara mengasah strategi untuk
mempromosikan KSE di seluruh sekolah. Kegiatan dapat meliputi:
v
Membuat kesepakatan bersama-sama
v
Membuat komunitas belajar profesional
v
Membuat sistem mentoring rekan sejawat
v
Mengintegrasikan kompetensi sosial emosional
dalam pelaksanaan rapat guru.
Kaitan dengan Standar Nasional Pendidikan :
Penguatan kompetensi sosial dan emosional pendidik dan tenaga kependidikan selaras dengan Standar Kompetensi Pedagogik, Kepribadian dan Sosial Guru. Guru mendapatkan penguatan untuk menguasai karakteristik peserta didik dari aspek sosial, kultural emosional, serta menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, arif dan dewasa.

Comments
Post a Comment